14 Juni 2009

Selain Prabowo, LDII Juga Undang SBY dan JK

VIVAnews - Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bukan merupakan ajang dukung mendukung capres cawapres dalam Pemilu Presiden 8 Juli mendatang. Aktivis LDII tidak hanya ada yang menjadi pengurus Gerindra, tapi juga tersebar di beberapa partai.

"Kami netral aktif. Kami punya warga yang menjadi anggota legislatif dari bebagai partai, dari Golkar, Demokrat, Gerindra, dan lain-lain," ujar Ketua DPP LDII, Prasetyo Sunaryo, usai Rapimnas LDII di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2009.

Rapimnas ini diikuti sekitar 1.000 orang perwakilan pengurus LDII dari 33 propinsi dan 383 kabupaten. Rapimnas juga akan memberikan jadwal bagi pasangan SBY-Boediono dan JK-Wiranto untuk menyampaikan orasi politik.

"Jadi tidak benar jika LDII sudah ada deal-deal politik dengan capres-cawapres tertentu," kata Prasetyo. Dia menyatakan, salah satu fungsi organisasi kemasyarakatan adalah untuk melakukan agregasi kehendak atau aspirasi anggotanya, baik sosial kemasyarakatan, maupun sosial politik.

Saat ini, baru calon wakil presiden Prabowo Subianto yang sudah hadir dan menyampaikan orasi politiknya. Dijadwalkan, SBY-Boediono akan hadir dalam paripurna II pukul 19.00. Sedangkan pasangan JK-Win dijadwalkan Kamis (11/6) pada paripurna IV jam 17.00.

Sebagai informasi sekitar pukul 19.00 WIB, malam nanti akan digelar Deklarasi Kampanye Damai. Deklarasi ini akan dihadiri tiga pasang calon presiden dan wakil presiden yang bertarung dalam Pemilu Presiden.



13 Juni 2009

LDII Bebaskan Warganya Memilih Capres

Jakarta (ANTARA News) - Dewan Pimpin Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) membebaskan warganya dalam memilih calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres), 8 Juli mendatang.
"Kita bersikap netral, tetapi aktif. Kita mempersilakan warga LDII memilih sesuai dengan hati nuraninya," kata Ketua Umum DPP LDII KH Abdullah Syam, pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan sikap netral itu diambil karena warga LDII yang jumlahnya diperkirakan mencapai 15 juta orang di 33 provinsi Indonesia, tersebar hampir di semua partai.
Ditanya kriteria pemimpin ke depan, Abdullah menekankan pasangan capres-cawapres yang dipilih adalah yang memiliki integritas dan keberpihakan pada rakyat.
"Namun kriteria itu tetap akan kita serahkan pada warga LDII untuk menentukan dalam rapat, sehingga keputusannya menjadi keputusan kolektif," katanya.
Abdullah mengatakan sebagai organisasi kemasyarakatan yang berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), LDII juga merasa terpanggil untuk berperan aktif dalam mewujudkan tujuan-tujuan nasional sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
"Saya harapkan kepada warga LDII untuk aktif memberikan gagasan atau pemikiran-pemikiran dan rekomendasi bagi seluruh komponen bangsa dan pasangan capres-cawapres untuk pilpres mendatang," katanya.
Dia mengakui DPP LDII juga sudah menyiapkan konsep-konsep masukan berupa rekomendasi untuk dititipkan pada pasangan capres-cawapres.
Pada Rapimnas yang berlangsung 10-11 Juni tersebut, LDII mengundang para capres-cawapres untuk hadir menyampaikan pandangan - pandangan di hadapan warganya.
Calon wapres Prabowo Subianto yang tampil di hari pertama Rapimnas LDII, mengharapkan lembaga-lembaga agama bisa netral dalam pilpres, namun harus mengerti kondisi dan perasaan yang dihadapi rakyat Indonesia saat ini.
Prabowo juga menegaskan tidak memaksa warga LDII untuk memilihnya.
"Saya tidak katakan tolong pilih Prabowo. Saya hanya menyampaikan pandangan-pandangan. Kalau bermanfaat ambil, namun kalau tidak masuk akal jangan disimpan," kata cawapres yang berpasangan dengan Megawati itu. (*)

19 Mei 2009

Kisah Hamba yang Terakhir Masuk Surga

Bahwa Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat?
Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama?
Para sahabat menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.
Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan?
Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah.
Rasulullah saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala.
Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian.
Mereka (umat ini) berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Ini adalah tempat kami, sampai Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan datang, kami tentu mengenal-Nya.
Lalu Allah Taala datang kepada mereka dalam bentuk-Nya yang telah mereka kenal. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian.
Mereka pun berkata: Engkau Tuhan kami. Mereka mengikuti-Nya. Dan Allah membentangkan jembatan di atas neraka Jahanam.
Aku (Rasulullah saw.) dan umatkulah yang pertama kali melintas. Pada saat itu, yang berbicara hanyalah para rasul. Doa para rasul saat itu adalah: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah.
Di dalam neraka Jahanam terdapat besi berkait seperti duri Sakdan (nama tumbuhan yang berduri besar di setiap sisinya).
Pernahkah kalian melihat Sakdan? Para sahabat menjawab: Ya, wahai Rasulullah.
Rasulullah saw. melanjutkan: Besi berkait itu seperti duri Sakdan, tetapi hanya Allah yang tahu seberapa besarnya. Besi berkait itu merenggut manusia dengan amal-amal mereka. Di antara mereka ada orang yang beriman, maka tetaplah amalnya. Dan di antara mereka ada yang dapat melintas, hingga selamat.
Setelah Allah selesai memberikan keputusan untuk para hamba dan dengan rahmat-Nya Dia ingin mengeluarkan orang-orang di antara ahli neraka yang Dia kehendaki, maka Dia memerintah para malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang tidak pernah menyekutukan Allah. Itulah orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya, yang mengucap: "Laa ilaaha illallah".
Para malaikat mengenali mereka di neraka dengan adanya bekas sujud. Api neraka memakan tubuh anak keturunan Adam, kecuali bekas sujud. Allah melarang neraka memakan bekas sujud. Mereka dikeluarkan dari neraka, dalam keadaan hangus. Lalu mereka disiram dengan air kehidupan, sehingga mereka menjadi tumbuh seperti biji-bijian tumbuh dalam kandungan banjir (lumpur).
Kemudian selesailah Allah Taala memberi keputusan di antara para hamba. Tinggal seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka. Dia adalah ahli surga yang terakhir masuk. Dia berkata: Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, anginnya benar-benar menamparku dan nyala apinya membakarku. Dia terus memohon apa yang dibolehkan kepada Allah.
Kemudian Allah Taala berfirman: Mungkin, jika Aku mengabulkan permintaanmu, engkau akan meminta yang lain.
Orang itu menjawab: Aku tidak akan minta yang lain kepada-Mu.
Maka ia pun berjanji kepada Allah. Lalu Allah memalingkan wajahnya dari neraka. Ketika ia telah menghadap dan melihat surga, ia pun diam tertegun, kemudian berkata: Ya Tuhanku, majukanlah aku ke pintu surga.
Allah berkata: Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta kepada-Ku selain apa yang sudah Kuberikan, celaka engkau, hai anak-cucu Adam, ternyata engkau tidak menepati janji.
Orang itu berkata: Ya Tuhanku! Dia memohon terus kepada Allah, hingga Allah berfirman kepadanya: Mungkin jika Aku memberimu apa yang engkau pinta, engkau akan meminta yang lain lagi.
Orang itu berkata: Tidak, demi Keagungan-Mu. Dan ia berjanji lagi kepada Tuhannya. Lalu Allah mendekatkannya ke pintu surga. Setelah ia berdiri di ambang pintu surga, ternyata pintu surga terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya.
Dia pun diam tertegun. Kemudian berkata: Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga.
Allah Taala berfirman kepadanya: Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta selain apa yang telah Aku berikan? Celaka engkau, hai anak cucu Adam, betapa engkau tidak dapat menepati janji!
Orang itu berkata: Ya Tuhanku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling malang. Dia terus memohon kepada Allah, sehingga membuat Allah Taala tertawa (ridha).
Ketika Allah Taala tertawa Dia berfirman: Masuklah engkau ke surga. Setelah orang itu masuk surga, Allah berfirman kepadanya: Inginkanlah sesuatu! Orang itu meminta kepada Tuhannya, sampai Allah mengingatkannya tentang ini dan itu. Ketika telah habis keinginan-keinginannya, Allah Taala berfirman: Itu semua untukmu, begitu pula yang semisalnya.
Sumber : HR Muslim No. 267

10 Mei 2009

Mesjid

Di dekat rumah saya, akan dibangun Masjid Raya Pagedangan. Spanduk pun sudah dipasang;"Disini sedang dibangun Masjid Raya Pagedangan". Bahkan kenclengan- celengan/tabungan - untuk pembangunan tersebut sudah disebar ke seluruh rumah warga. Maksudnya untuk menarik dana dengan sistem harian dan akan dikumpulkan setiap bulan oleh petugas dari DKM. Artinya warga diminta kesadarannya untuk menyisihkan sebagian hartanya dengan cara memasukkan senilai uang ke kenclengan tersebut agar tidak merasa berat dan tidak memberatkan. Kerja yang bagus, ide yang jempol dan niat yang bagus sebab juga menyertakan dalil man bana masjidan banalloohu lahu baitan filjannah.

ak jauh, bilangan ratusan meter setelah keluar dari gerbang komplek saya terdapat kegiatan meminta bantuan di tepi jalan. Dengan bermodalkan polisi tidur dan seperangkat sound system plus jubir-nya atau ulamanya, mereka juga menghimbau, tepatnya mengingatkan, kepada pemakai jalan untuk bersedekah membantu pembangunan masjid dekat tempat tersebut. Selanjutnya jalan bercabang dua. Pada arah setiap percabangan jalan tersebut kurang lebih jarak 1 km terdapat hal serupa, penghimpunan dana untuk pembangunan masjid.Sekali lagi ini hal yang bagus dari sisi kreatifitas anak bangsa dan pemahaman dasar yang bagus bagi setiap pendengarnya bahwa man bana masjidan banalloohu lahu baitan filjannah.

Dan tidak lepas dari pemandangan harian, ketika pulang-pergi ke kantor hampir kita jumpai hal serupa. Banyak dan dimana-mana. Bahkan sudah berlangsung dalam hitungan tahun. Fantastik! Ketabahan yang luar biasa dalam mencari dana dan membangun masjid. Alhasil masjid berdiri di mana-mana. Dan banyak jumlahnya. Allahu akbar!

Saya tidak menyoroti pro kontra pencarian dana yang dilakukan di tepi jalan.Walaupun itu sebenarnya sebuah aib, memalukan dan mengganggu pengguna jalan, kita anggap itu sebuah metode saja. Artinya banyak metode lain yang bisa digunakan yang pada ujungnya adalah mengumpulkan dana. Atau pun ceramahnya, itu adalah kebenaran - siapa pun pembawanya. Mungkin kalau ada salahnya adalah hanya salah waktu dan tempat. Harusnya kebenaran disampaikan di waktu dan tempat yang tepat, papan - empan - adepan, tidak kepada sembarang orang dan setiap waktu. Tapi itu kenyataan yang terjadi. Namun saya justru mempertanyakan kegunaan dan fungsi masjid setelah selesai dibangun. Ini pertanyaan besar.

Dengan banyaknya masjid sekarang ini, kita bisa pertanyakan bukankah masjid simbol orang islam? Tapi bagaimanakah kualitas orang islam pada umumnya dibandingkan dengan jumlah masjidnya? Bagaimana budi pekerti orang islam terkait dengan fungsi masjid? Sekarang banyak kita dengar bahwa pelaku korupsi melaksanakan sholat di masjid. Berarti dia orang islam. Bahkan beredar rumor di sekitar kita bahwa uang hasil korupsi juga telah digunakan untuk membangun masjid. Money laundry katanya.

Saya merinding ketika membaca surat At-Taubah ayat 107 - 110. "Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta. Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih. Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim. Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".

Jadi, kebanyakan kita hanya kampium membangun. Tapi apa sebenarnya dan guna sebuah masjid belum dihayati. Bahkan sekarang banyak masjid dibiarkan kosong melompong. Tak sepadan dengan syiar yang digemborkan sewaktu membangun dulu. Pantas, kenapa bangsa kita jadi begini. Dan malah sekarang masjid diisukan sebagai sarang teroris oleh Paman Sam. Ironis. Salah siapa?

Nah, salah satu kunci untuk memfungsikan masjid secara benar adalah dengan mengingat salah satu hadist Nabi SAW yang menyebutkan diantara tujuh golongan yang nanti mendapat naungan di hari qiyamat yaitu rojul yang menggantungkan hatinya di masjid. Tapi sebelum jauh, mari introspeksi masjid kita sendiri, apa dan bagaimana kita sudah berbuat untuknya. Sebab kadang doa keluar dan masuk masjid pun alpa dilantunkan. Masak...!?
Sumber : Faizunal Abdillah, Jambi

09 April 2009

Celoteh Pemilu

Saya bukan caleg. Juga bukan birokrat. PNS pun tidak. Saya nggak terdaftar sebagai calon DPD. Satu pribadi yang kebetulan tinggal di luasnya wilayah nusantara. Tercatat di buku induk RT sebagai warga. Laksana sebuah titik di antara jutaan titik. Sebagai rakyat, yang punya sedikit hak dan tak tampak menonjol apalagi mencuri perhatian. Biasa. Sangat biasa. Yang hanya ketiban orasi, kata – kata bijak serta hipnotis pengaruh. Hujan janji dan glembuk solo dari banyak pihak. Seorang yang banyak mendengarkan. Tak lebih.

Pada kesempatan ini perkenankan saya menyampaikan sedikit uneg – uneg. Urun rembug. Perkeling. Terlebih, menjelang pemilu yang tak lama lagi. Maksudnya jangan sampai kita semua terpengaruh. Pemilu membuat hati dan pikiran kita sibuk. Gundah – gulana, sehingga mengurangi kebahagiaan kita. Ya, kebahagian. Padahal kita telah diberi kefadholan oleh Allah melebihi dunia dan seisinya. Maka tetaplah bergembira dan bahagia. Karena pemilu itu hal kecil yang mampir dalam kehidupan kita. Mudah – mudahan gambaran dan pencerahan berikut ini bisa mendudukkan semuanya sesuai dengan porsinya. Jelas. Tak kurang dan tak lebih. Jangan sampai pemilu, benar – benar membuat hati kita pilu. Sebab pemilu itu singkatan dari pemilihan umum, bukan pe + pilu yang artinya pembuat pilu. Awas,,,,!

Sebagai pendahuluan saya akan memberikan sebuah cerita. Seorang walikota mengundang para warganya untuk menghadiri acara tahunan di pusat kota. Kota ini merupakan salah satu penghasil anggur terkemuka di seantero negeri. Karena itu, setiap orang yang datang diwajibkan menyumbangkan ‘hanya’ sebotol kecil anggur untuk dana sosial. Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari itu, di depan gedung pertemuan telah disediakan sebuah gentong besar. Semua tamu datang membawa sebotol anggur dan menuangkan isi botol tersebut ke dalam gentong yang tersedia. Beberapa saat setelah pesta dimulai, panitia kota segera membuka gentong itu. Betapa terkejutnya mereka karena gentong itu ternyata hanya berisi air. Ternyata semua penduduk melakukan hal yang sama. Mereka hanya membawa sebotol air, bukan anggur. Mereka pikir apa yang mereka lakukan tak akan mempengaruhi keadaan. Apalah artinya sebotol air dibandingkan segentong anggur?

Selanjutnya saya akan menceritakan kisah kepahlawanan Kumbokarno dalam babad Ramayana. Ini salah satu cerita favorit saya dari kampung dulu. Mungkin banyak yang sudah tahu. Terutama pencinta wayang kulit. Ketika Rahwana menyandra Shinta, maka berkecamuklah perang antara pasukan Rama dan Rahwana. Satu per satu penglima yang dikirim oleh Rahwana bisa dikalahkan oleh pasukan Rama yang dibantu Lesmana, adiknya. Akhirnya dibangunkanlah Kumbokarno dari tidurnya untuk melawan Rama. Dengan dialog yang panjang dan bujuk - rayu (perintah) sang Raja Rahwana, akhirnya Kumbokarno mau terjun ke medan laga. Setelah hampir bisa mengalahkan pasukan Rama, akhirnya Kumbokarno pun tewas setelah di kasih tahu cara mengalahkannya oleh Wibisono yang tak lain adalah adiknya sendiri. Tapi apa yang terjadi? Setelah kematiannya justru arwah Kumbokarno diangkat ke kahyangan oleh para dewa untuk disemayamkan di Nirwana (Surga). Tidak seperti panglima – panglima yang gugur sebelumnya. Ini aneh? Kenapa kok bisa masuk surga? Nah, akhirnya diketahui bahwa hal itu bisa terjadi sebab ‘niat’ Kumbokarno maju perang bukan untuk membela keangkara-murkaan Rahwana sang raja dan kakak kandungnya itu. Namun, dia maju perang karena tidak rela bumi tanah kelahirannya dan rakyat negerinya diluluhlantakkan pasukan kera yang dipimpin oleh Hanoman, sekutu Rama. Disitulah bedanya. Beda tipis dengan panglima – panglima sebelumnya.

Dengan dua cerita di atas, semoga bisa menginspirasi kita guna mengambil pilihan yang tepat dan menjaga sungguh arti ‘kebahagiaan’ kita sebagai seorang muslim. Pertama, jangan ikut – ikutan menjadi golput. Karena barangkali dengan partisipasi salah satu dari kita, menjadi perantara Allah merubah titahnya. Jadilah orang yang optimis, selalu husnudhon billah. Ana ‘indza dhonni abdi bihi. Kedua, jagalah selalu niat kita. Ini yang bisa membedakan kita dengan yang lain. Banyak pilihan yang bisa kita pilih sebagai solusi, tetapi ingatlah selalu: Innamal a’malu binniyat.

Ijinkan saya sedikit berceloteh. Umumnya, ada dua cara berpikir dalam menghadapi masalah. Pendekatan pertama melihat masalah sebagai ''sesuatu yang besar.'' Orang yang berpikir begini biasanya cukup puas dengan hanya membicarakan masalah tersebut. Dalam berbagai diskusi orang tipe ini hanya mengatakan, ''Sesuatu harus dilakukan...'' Mereka tidak menempatkan diri mereka dalam situasi dimana mereka dapat melakukan suatu tindakan sendiri. Nah, kalau untuk masalah-masalah yang berkaitan langsung dengan diri kita saja kita sudah merasa tak berdaya apalagi untuk masalah-masalah yang ruang lingkupnya lebih besar seperti yang berkaitan dengan orang lain, bangsa dan negara.

Pendekatan kedua melihat masalah sebagai ''sesuatu yang kecil''. Masalah adalah sesuatu yang jauh lebih kecil dari pada hidup itu sendiri. Masalah justru akan membuat kita ''benar-benar hidup.'' Orang yang seperti ini tidak hanya mengeluh dan memikirkan masalahnya tapi senantiasa berorientasi pada solusi. Pertanyaan mereka sederhana saja, ''Apa yang bisa saya lakukan untuk menyelesaikan masalah ini?'' Dengan berpikir bahwa setiap masalah kecil kita akan makin kreatif. Dan tetafamip berbahagia dalam hidup ini. Sebab tidak terpengaruh dengan keadaan di sekitar. Namun tetap istiqomah, optimis, husnudzonbilah dan pasrah pada Yang Kuasa. Percayalah, kita bisa membuat perbedaan. You make the difference man...!
Salam,

Faizunal Abdillah, Jambi

15 Maret 2009

Temui JK, LDII Tolak Dukung Golkar

JAKARTA - Meski memiliki ikatan sejarah cukup kuat dengan Partai Golongan Karya (Golkar), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tidak akan kembali menjadi organisasi sayap Golkar, bahkan dalam Pemilu mendatang.
"Itu kan dulu, sekarang anda lihat sendiri," ujar Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (6/3/2009).
Sesuai amanat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) beberapa waktu lalu, kata dia, dalam Pemilu 2009 ini secara institusional posisi LDII netral. "Artinya kita bebaskan kepada warga, pengurus dan anggota untuk meilih partai apapun," tambahnya.
Dalam pertemuan kali ini, anggota LDII juga sempat menanyakan kesiapan JK untuk maju menjadi capres dalam pemilihan presiden mendatang.
"Beliau sempat menyampaikan, dan itu karena desakan dari daerah-daerah. Beliau tetap akan memutuskan setelah pemilihan legislatif, karena belum tahu peta kekuatan jadi tidak etis bicara sekarang," urainya.Dalam kesempatan itu, LDII meminta kepada JK yang juga ketua umum Golkar untuk menciptakan kampanye yang kondusif, berkualitas dan menjauhkan black campaign.
Menurutnya, black campaign dikhawatirkan bisa mendorong tingginya angka golput di masyarakat. "Karena masyarakat menilai mereka tidak ada yang baik. Sehingga, peran masyarakat semakin rendah," pungkasnya. (teb)

Disarankan Tak Jalankan Black Campaign, JK Beri Perhatian Khusus

Jakarta - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menengarai black campaign menunjukkan tren yang semakin berkembang. LDII pun menyarankan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) agar tak ikut-ikutan memakai cara black campaign.

"Kita sarankan kepada beliau supaya kedepankan white campaign, bukan black campaign. Kita khawatir kalau black campaign itu akan saling membinasakan dan saling meniadakan," ujar salah satu Ketua LDII Chriswanto Santoso usai bertemu JK di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakata Pusat, Jumat (6/3/2009).

Jika blcak campaign semakin marak, imbuhnya, maka akan mendorong tingkat golput semakin tinggi. Karena bisa-bisa masyarakat menilai tak ada calon anggota legislatif maupun calon presiden yang baik. Akibatnya, menimbulkan sistem kenegaraan yang tidak baik.

Menurutnya pula, JK mengapresiasi saran LDII itu. JK pun meminta LDII berperan dalam dakwahnya tentang white campaign.

"Beliau mencatat khusus. Beliau menghargai sekali untuk menciptakan pemilu yang berkualitas. Dan Beliau akan concern untuk semua jajarannya agar bisa menciptakan pemilu berkualitas, yang muaranya parlemen berkualitas sehingga bangsa dan negara berkualitas," ujar Chriswanto.

Sementara tentang kesiapan JK menjadi capres, Chriswanto menambahkan bahwa LDII sempat menanyakan. Menurutnya, JK hanya menjelaskan sekilas tentang pencalonannya sebagai capres.

"Beliau sempat menyinggung sebentar saja. Tapi apapun Beliau menyerukan akan menyusun strategi setelah pemilu legislatif. Karena tidak etis kalau belum tahu kekuatan. Iya kalau Golkar menang. Kalau menang, tentu akan berkembang sesuai dengan kekuatan peta politik pemenang pemilu," jelasnya.Sedangkan untuk Pemilu 2009, Chriswanto menegaskan sikap organisasinya akan tetap netral. Pilihan politik diserahkan pada masing-masing anggotanya.

Apakah ada instruksi untuk memilih partai Islam? "Tidak ada instruksi tertentu. Karena kita beranggapan Pancasila dan UUD 1945 masih relevan," tuturnya( nwk / lrn )