15 Februari 2009
Ormas LDII Bebaskan Warganya Memilih pada Pemilu 2009
Jakarta (ANTARA News) - Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memberikan kebebasan kepada warga dan simpatisannya untuk memberikan suara sesuai keinginannya pada Pemilu 2009, kata Wakil Sekjen DPP LDII H Hidayat Nahwi Rosul.
"Sesuai hasil Rapimnas LDII 2007 memutuskan bahwa LDII memberikan kebebasan dalam menentukan pilihan sesuai keinginan yang rasional dan obyektif pada pemilu legislatif 2009 dan pemilhan presiden (pilpres) 2009," kata Hidayat Nahwi didampingi Ketua LDII H Soehartono Riyadi dan H Teddy Suratmadji di Jakarta, Jumat.
Hidayat Nahwi sebagai juru bicara Ormas Islam itu menegaskan, LDII merupakan Ormas yang bukan organisasi kepanjangan (underbow) parpol tertentu, sehingga LDII memberikan kebebasan kepada wraga dan simpatisan untuk tetap menggunakan hak politik dalam Pemilu 2009.
"LDII tetap meminta kepada anggota dan simpatisan, sebagai warga negara yang baik dan taat akan UU dan peraturan pemerintah, untuk menggunakan hak politik dan tidak golput pada Pemilu 2009 dan Pilpres 2099," katanya.
Ketika ditanya hubungan antara LDII dengan Partai Golkar, Hidayat mengatakan, secara historis bahwa Golkar memiliki andil dalam melahirkan LDII pada tahun 1970-an, namun setelah terbitnya UU tentang Keormasan, maka LDII sebagai ormas independen dan bukan "underbow" Golkar.
Hidayat mengharapkan, para caleg dan pengurus parpol untuk datang memberikan visi dan misi ke kantor dan pondok pesantren milik LDII, sehingga akan dapat menyampaikan wawasan dan rencana program kerja kepada jajaran LDII.
"Baru baru ini sejumlah pimpinan parpol mengunjungi ponpes LDII di Kediri, Jatim, antara lain Ketua Umum DPP Golkar Jusuf Kalla, Ketua Umum DPP PAN Sutrisno Bachir dan sejumla pengurus dari DPP PDIP," katanya.
Hidayat menambahkan, LDII sesuai data Munas 2005 beranggotakan sekitar 15 juta orang itu akan mengadakan rapat pimpinan nasional (rapimnas) di Jakarta, pada Mei atau Juni 2009, antara lain akan mengundang pada capres dan cawapres guna memberikan visi dan misi serta rencana program kerja capres/capres.
Dengan demikian, katanya, jajaran LDII dan para simpatisan akan dapat mengetahu misi dan visi para capres, selanjutnya mereka diharapkan mampu memberikan pilihannya secara rasional dan obyektif.
Pada kesempatan itu, Hidayat mengatakan, LDII menyerukan kepada semua pihak agar bekerja keras mewujudkan pemilu yang berkualitas yang dimulai proses tahapan tepat waktu, pemilu berlangsung langsung, umum, bebas dan rahasia (luber) serta jujur dan adil (jurdil), mengedepankan cara cara-cara kampanye yang positif dan menghindarkan cara kampanye negatif.
Dengan demikian, Indonesia mampu melaksanakan pemilu yang berkualitas dengan disertai partisipasi pemilih yang tinggi, serta akan mampu menghasilkan wakil rakyat dan pemimpin nasional yang mampu menjejahterakan masyarakat.(*)
COPYRIGHT © ANTARA
02 Februari 2009
DPP LDII menyelenggarakan Workshop Blogger II
Jakarta, Minggu - DPP LDII melalui tim pokja ICT, departemen OKK dan KIM bekerjasama dengan Majalah Nuansa Persada dan Deddy Baros Photography menyelenggarakan workshop blogger pada hari minggu tanggal 1 Februari 2009 di Wisma DPP LDII, Kebun Jeruk, Jakarta Barat dengan materi jurnalistik, fotografi, dan arabic.Acara yang diikuti 85 peserta dari berbagai daerah seperti Jakarta, Banten, Bekasi, Jogjakarta dan Makasar ini, menyampaikan materi jurnalistik, fotografi, dan arabic oleh para praktisi dibidangnya masing-masing yaitu Ludhy Cahyana (Jurnalistik), Deddy Baros (Fotografi), dan Wiwid Lukianto (Arabic).
Menurut ketua departemen OKK DPP LDII Muhammad Ied, acara ini merupakan salah satu program kerja ICT DPP LDII dalam rangka membangun citra positif LDII di dunia internet. Acara ini merupakan kelanjutan dari workshop blogger sebelumnya yang sudah menghasilkan 50 webblog. ”Melalui acara ini diharapkan dapat menghasil blog-blog yang menginformasikan kegiatan LDII di daerahnya masing-masing lebih banyak lagi dan berkualitas sehingga menambah citra positif bagi LDII” ujar Muhammad Ied saat disela-sela acara workshop blogger II.
Dalam acara ini juga diberikan penghargaan bagi blogger yang aktif dalam memberikan informasi kegiatan LDII di daerahnya masing-masing, yaitu Fajar Ibnu www.ldiibekasi.wordpress.com , Efran Karunia Akbar www.ldiiserang.wordpress.com , Arief Budiarto www.ldiibanten.blogspot.com, dengan penghargaan ini diharapkan para blogger di LDII dapat terus aktif dalam memberikan informasi mengenai LDII di blog nya masing-masing. (arbud)
MUI dan LDII Adakan Pelatihan Pembekalan Kader Dai
Pada tanggal 16 januari 2009 lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta membuka Pelatihan Pembekalan Kader Dai-Daiyah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi DKI Jakarta di Aula Yayasan Minhajurrosidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur.Hadir dalam pembukaan tersebut, Ketua Umum LDII, KH Abdullah Syam, KH Hamdan Rasyid (Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta), KH Muhammad Zainuddin (Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta), dan Gubernur DKI Jakarta, dalam hal ini diwakilkan oleh Effendi Anas (bidang Askesmas). Pelatihan pembekalan mubaligh LDII tersebut, diikuti oleh 100 peserta. Kegiatan ini diselenggarakan atas inisiatif MUI Provinsi DKI Jakarta.
Melihat undangan yang ditujukan kepada Sabili, tertera tanda tangan Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi DKI Jakarta KH Munzir Tamam dan Sekretaris Umum HM Noor Syuaib Mundzir. Salah satu ketua MUI Provinsi DKI Jakarta KH Hamdan Rasyid usai pembukaan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, yakni melakukan kaderisasi para dai-daiyah. “Kebetulan teman-teman LDII punya minat untuk memperluas wawasan dai-daiyahnya. Maka sudah menjadi kewajiban MUI untuk membina,” ujar Hamdan.
Sementara itu, KH Muhammad Zainudin berharap terjalinnya ukhuwah Islamiyah dan silaturahim antara MUI dan LDII. “Jangan lagi ada tuduhan LDII mau di-MUI kan, atau MUI hendak di LDII kan. Ibarat tenda besar, ukhuwah dan kemitraan ini akan terus terjalin. Kecuali yang sesat dan menyesatkan, mereka harus dibetulkan. Sekali lagi, jangan sampai ada fitnah dengan jalinan antara LDII-MUI,” kata Zainudin.
Zainudin mengimbau LDII agar menyamakan visi-misi melalui paradigma baru yang menjadi keputusan dalam Mukernas LDII Maret 2007 lalu. “Tidak usah ragu. Kalau ragu-ragu tidak akan selesai-selesai. Terpenting LDII harus terus-menerus mensosialisasi paradigma baru itu kepada warga LDII.”
Saat dikonfirmasi, Ketua Umum LDII Abdullah Syam menegaskan, bahwa LDII tidak merasa dibina oleh MUI, tapi lebih kepada mitra yang sinergis. Abdullah Syam juga berharap LDII ingin sejajar bersama dengan ormas-ormas Islam lain. “Adanya ikhtilaf (perbedaan) seharusnya membuat kita saling bertasamuh,” katanya. (Adhes Satria/em)
Sumber berita : http://sabili.co.id/
Kalla: Jangan Pilih yang Ingin Harga Beras Turun

KEDIRI -- Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK), mengimbau, masyarakat untuk tidak memilih parpol yang mengusung penurunan harga beras.''Harga Pembelian Pemerintah (HPP) beras sekarang naik. Kalau ada yang mengusung tentang penurunan harga beras, itu berbahaya,'' kata Jusuf Kalla, di Kediri, Jawa Timur, Jumat (23/1). Penurunan harga bahan pokok hanya akan menyebabkan para petani menderita kerugian, karena pembelian gabah petani rendah.
Padahal, selama ini, pemerintah telah berusaha membuat langkah menyeimbangkan produktivitas petani dengan tingkat kebutuhan masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan HPP. ''Sekitar 45 persen penduduk Indonesia adalah petani. Sehingga, jika harga bahan pokok terutama beras turun, justru akan membahayakan petani,'' kata JK. Oleh sebab itu, dia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai parpol yang mengusung isu penurunan bahan kebutuhan pokok.
Pernyataan Jusuf Kalla ini, berkait dengan kampanye PDIP yang mengampanyekan akan memperjuangkan harga bahan pokok murah. Pernyataan Jusuf Kalla, yang notabene adalah wakil presiden, merupakan jawaban atas kritik dalam iklan tersebut.
Sebelumnya, dalam rangkaian kunjungan di Jawa Timur, Jusuf Kalla juga meminta agar para ulama Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) memberikan dukungan kepada Partai Golkar dalam Pemilu 2009.
''Di LDII ini serasa rumah sendiri. Untuk itu, saya sebagai ketua umum Partai Golkar dan wapres meminta dukungan bapak-bapak pimpinan Pondok Pesantren Burengan dan pengurus DPP LDII dalam pemilu dan pilpres mendatang,'' kata Jusuf Kalla saat meresmikan masjid dan menara pondok pesantren LDII Burengan, Kediri, Jatim.
Jusuf Kalla meminta para kiai dan pengasuh pondok pesantren untuk memberikan pendidikan bahwa Islam di Indonesia cukup moderat sehingga mampu mempersatukan bangsa.
Sumber berita : http://www.republika.co.id/koran/46/27830.html
Sumber foto : http://blogldii.wordpress.com/
LDII : Tagih Janji Obama
JAKARTA, KAMIS — Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) meminta seluruh ormas Islam di Indonesia mendesak Pemerintah Amerika Serikat secepatnya membubarkan penjara Guantanamo."Ini kesempatan seluruh ormas Islam mendesak Pemerintah Indonesia untuk meminta agar Presiden Obama mewujudkan janjinya membubarkan penjara Guantanamo," kata Ketua DPP LDII DKI Kyai Haji Teddy Suratmadji dalam pidato sambutannya saat penutupan Pelatihan Dai di Jakarta, Kamis (22/1).
Menurut Teddy, pemerintahan Obama harus mewujudkan perdamian di Timur Tengah, terutama di jalur Gaza. "Campur tangan Amerika Serikat sangat diperlukan untuk menyelesaikan persoalan di Palestina karena serbuan Israel telah melukai seluruh Umat Islam, tidak hanya di Palestina tapi juga di Indonesia," katanya.
Dikatakannya, seluruh ormas Islam seharusnya bersatu untuk membela umat Muslim di negara lain, seperti Palestina, tidak hanya dengan melakukan aksi demontrasi tetapi juga memberikan dukungan dana yang dapat disalurkan melalui lembaga kemanusiaan. "Aksi demontrasi juga tidak salah, tetapi alangkah baiknya juga mengumpulkan dana dukungan kepada warga Palestina," kata Teddy.
Pada kesempatan itu, Teddy juga mengingatkan untuk tidak berharap terlalu besar terhadap kepemimpinan Obama. "Meski kita akan menagih janji pemerintahan Obama, tapi bangsa Indonesia juga harus tidak terlalu berlebihan menyambut kemenangan obama seperti yang terjadi semalam," katanya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua MUI DKI Jakarta DR KH Hamdan Rasyid MA. Dalam sambutannya, MUI meminta seluruh elemen masyarakat untuk mendesak Pemerintah Amerika segera mewujudkan perdamaian di Timur Tengah serta membubarkan penjara Guantanamo.
"Obama harus segera mewujudkan janjinya untuk membubarkan penjara guantanamo dan menyelesaikan konflik di Palestina. Sedangkan untuk umat Islam di Tanah Air agar tetap menjaga persatuan di antara kalangan umat Islam dan menjaga toleransi beragama dengan penganut agama lain," tegas Hamdan.Hamdan mensinyalir adanya berbagai upaya dunia Barat untuk membenturkan umat Muslim dengan masyarakat yang menganut agama lain. Hal ini terlihat dengan semakin gencarnya pemberitaan mengenai adanya agresi Israel ke Palestina. "Sebagai umat yang terbesar di Indonesia, umat Islam hendaknya dapat menjaga persatuan dan tidak terpancing oleh segala rekayasa pihak asing yang menginginkan adanya perpecahan dengan melakukan provokasi berupa serangan terhadap Palestina," katanya.
Sumber berita : http://www.kompas.com:80/read/xml/2009/01/22/10344191/LDII.Tagih.Janji.Obama
26 Desember 2008
Tombo Ati 5
Sering saya bersiul, rengeng – rengeng, melantunkan lagu ini. Ada sesuatu yang unik ketika sampai pada syair : Kaping papat kudu wani weteng luwe. Hati saya sumendal. Sebab jarang, bahkan tak pernah kita merasakan lapar yang sesungguhnya. Bahkan kita sering mengisi perut kita yang masih berisi – belum lapar. Padahal obat hati yang keempat adalah berani berlapar - dahaga untuk menyegarkan hati dan jiwa kita.
Maksud syair ini tak lain adalah berpuasa, terutama puasa sunah tentunya setelah puasa romadhon. Selain berpahala, berpuasa itu melatih hati kita – diri kita, melepaskan keterikatan – belenggu pada hal-hal yang bersifat duniawi. Kita menahan diri dari minum, menahan diri dari makan dan menahan diri dari bertindak pada hal-hal yang bodoh. Ini adalah latihan jasmani yang merupakan cara sinkronisasi – bagaimana kita bisa menyerasikan hati dan perbuatan kita. Bagaimana hati kita merasakan apa yang diderita oleh jasmani kita. Bahkan lebih jauh lagi untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain di sekitar kita. Ini adalah pendidikan al-Mu’minu kal jasadil wahid – orang iman itu seperti jasad yang satu. Tak ada latihan lagi yang lebih tepat kecuali hanya dengan berpuasa. Sebab ini latihan dari dalam, sehingga dalil yang menyatakan orang iman seperti bangunan yang saling menguatkan bagain yang satu dengan yang lain, begitulah bunyi sabda Nabi – bisa terakreditasi dengan benar. Ngeklop.
Berpuasa juga melatih bersabar. Sabar adalah perbuatan hati. Ketika pikiran dan hati kita bisa terkonsentrasi dimana badan kita berada, maka disitulah letaknya sabar. Dan puasa adalah fokusnya. Ketika kita lapar maka ada syaraf yang memberitahukan kepada panca indra kita untuk segera memenuhi kebutuhan perut. Kita sadar ditarik pada masalah perut, bagaimanapun kita dan dimanapun berada, akan memikirkan itu. Namun secara sadar kita menahannya. Tidak memenuhi tuntutan tersebut sampai pada waktu yang ditentukan. Itulah latihan kesabaran – latihan hati. Pada aplikasi yang luas dan dalam, ada di kehidupan nyata. Allah berfirman dalam surat al-Baqoroh ayat 153; “Wahai orang-orang yang beriman, minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Dan berpuasa adalah setengah dari kesabaran.
Simaklah ilustrasi kendang berikut ini. Ketika kendang ditabuh pada dua sisinya menghasilkan irama yang luar biasa. Padahal kita tahu kendang itu kosong tengahnya. Hampa – hanya berisi udara, namun resonansi yang dibuatnya mampu menggetarkan sisi lain dari gendang untuk mengeluarkan innernya, suaranya. Gendang telah menutup diri dari sekelilingnya, dan memancarkan jati dirinya. Gendang adalah dirijen karawitan, siapa pun mengakuinya. Naik turunnya irama, cepat lambatnya ritme gamelan dikomandoi oleh si gendang ini.
Begitulah kira-kira gambaran berpuasa, hati akan menjadi penguasa atas dirinya. Hati menjadi tuan atas hayat dikandung badan. Hati yang sehat. Hati yang kuat – menggerakkan seluruh anggota badan dengan pancaran yang sempurna. Cahaya iman – nuurun ’alan – nuur. Dengan berpuasa Allah menghapus dosa – dosa kita. Ini berarti bahwa hati kita menjadi bersih. Kemudian allah mengangkat derajat kita.
Dari Abu Umamah r.a., dia berkata, Aku berkata; ”Wahai Rasululloh perintahkan suatu amal (yang memberi manfaat Allah) kepadaku?” Beliau bersabda, ”Tetapilah atasmu berpuasa sebab ia tidak ada yang menyamainya.” Aku bertanya lagi, ”Wahai Rasululloh perintahkan suatu amal (yang memberi manfaat Allah) kepadaku?” Beliau bersabda, ”Tetapilah atasmu berpuasa sebab ia tidak ada yang menyamainya.” (Rowahu an-Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah di dalam Shahihnya).
Jadi hiasilah hati kita dengan banyak berpuasa. Bisa tiga hari setiap bulan terutama hari – hari putih. Atau puasa senin – kamis, puasa syawal, muharom, puasa arofah, puasa Nabi Dawud a.s. selain puasa wajib di bulan ramadhan. Untuk membersihkan hati kita. Seperti ketika pujian itu dikumandangkan oleh para muadzin masjid, ketika fajar menohok malam. Menyentuh sendi – sendi umat. Menggerakkan urat – urat manusia untuk mulai bekerja – seiring datangnya pagi. Udara segar, nadi – nadi yang bersih, dengan hati berbinar dan jiwa berseri - seri. Allohumma barik fi bukuri ummati. Ayo berpuasa.....!
Penulis : Faizunal Abdillah, Jambi
Tombo Ati 4
Di dalam Adabul Mufrod karya Imam al-Bukhori disebutkan sebuah hadist yang diriwayatkan dari Qubaishah bin Burmah al-Asadi, dia berkata, aku bersama Nabi SAW dan mendengar beliau bersabda, ”Ahli kebaikan di dunia adalah ahli kebaikan di akhirat dan ahli kemungkaran di dunia merupakan ahli kemungkaran di akhirat.” (hadist shohih, diriwayatkan juga di dalam ad-Durr al-Mantsur as-Suyuthi dan al-Hakim) Selain itu Imam al-Bukhari (juga oleh Imam Tirmidzi) meriwayatkan; Al-arwahu junnuudun mujannadah – Ruh itu gerombolan yang digerombolkan (kumpulan yang dikumpulkan, bala yang dibalakan).
Spirit inilah yang diusung untuk menorehkan bait lirik syair tombo ati yang ketiga – Kaping telu wong kang sholeh kumpulono. Kalau kita berkumpul dengan orang-orang baik, maka kita akan diselimuti aura baik pula. Orang baik itu seperti penjual minyak wangi – kata Nabi. Jadi orang baik itu akan menyemprotkan wangi-wangiannya ke sekelilingnya. Jadi sekitarnya akan menjadi harum karenanya. Oleh karena itu dekat-dekatlah kita kepada penjual minyak wangi sebab kalaupun toh tidak mampu membeli kita akan memperoleh bau wanginya – itulah dawuh Kanjeng Nabi.
Dari Anas r.a., ia menuturkan, Rasululloh SAW bersabda, ”Dan perumpamaan teman duduk yang baik itu bagaikan penjual minyak wangi kasturi, jika minyak kasturi itu tidak mengenaimu, maka kamu akan mencium bau wanginya. Dan perumpamaan teman duduk yang jelek adalah seperti tukang pandai besi, jika kamu tidak kena arangnya/percikannya, maka kamu akan terkena asapnya.” (Rowahu Abu Dawud).
Kita sering melihat perkumpulan – perkumpulan, klub-klub berdiri, bahkan banyak - berseliweran di sekitar kita. Yang punya Harley Davidsons (HD) bikin HDI club. Yang punya susuki satria bikin Jakarta Satria Club. Ada klub olah raga, klub motor, klub sepeda mirip motor, klub remaja, milist group dll. Itu semua menunjukkan sifat esensial manusia, yaitu berkumpul dalam kesamaan dan keseragaman seperti sesama jenisnya, tujuan atau kepunyaan. Karena semangat kodrati bahwa ruh itu mencari teman yang sejenis. Dampak dari inilah, maka dianjurkan untuk berkumpul dengan orang baik dalam rangka menjaga hati kita untuk tetap menjadi baik. Kita akan malu berbuat jelek ditengah orang yang baik. Kita sungkan bicara jorok di tengah perkumpulan orang alim. Kita takut berbuat nista di tengah para ulama. Kita terdiam – tepekur – untuk menginduksi sekeliling dan sekitar kita. Kita ternganga menginspirasi kebaikan yang ada di depan kita. Kemudian meresapi dan menyerapnya. Selanjutnya kita akan meniru tindakan baik orang di sekitar kita.
Nabi bersabda, ”Agama seseorang itu tergatung teman sepergaulannya, maka melihatlah engkau pada siapa berteman?” (Rowahu at – Tirmidzi) Teman yang baik adalah teman yang setia di kala susah dan senang. Dan hati yang baik adalah hati yang mampu beradaptasi dengan situasi apapun. Oleh karena itu segeralah melatih hati kita untuk berkumpul dengan orang-orang baik, pergaulan yang baik dan media yang baik. Sebab untuk menjadi jelek itu lebih gambang daripada menjadi baik. Sesuai kata pepatah; sebab nila setitik rusak susu sebelanga. Jadi kalau tidak krasan dengan tempat pergaulan kita cermatilah. Biasanya orang yang suka ngaji akan senang di lingkungan orang ngaji. Orang yang tidak ngaji akan gerah berada di tempat orang yang suka ngaji. Begitu sebaliknya. Dan hati kita telah berbicara dengan caranya, maka kenalilah.
Untuk berkumpul perlu media – perlu wadah. Nah kita telah mempunyai semua itu. Tinggal kemampuan dan kemauan kita untuk memilah dan memilih dalam wadah yang sesuai dengan karakteristik dan interest kita. Kalau pengin jadi orang faham, seringlah berkunjung ke majelis ta’lim, berkumpulah dengan orang yang mempunyai kefahaman tinggi. Berkunjunglah ke masjid – masjid, berkumpul dengan para mubaligh, para ulama. Jangan pergi ke bar dan diskotik. Seandainya pengin jadi orang kaya berkumpulah dengan orang kaya, biar cepat ketularan kaya. Kalau pengin pinter segeralah bergabung dengan study klub, jangan pergi ke PS – PS dan bermain terus. Namun yang terpenting dari itu semua adalah isilah hati dengan kata mutiara – kalimat hikmah. Dijamin akan berkualitas dan moncer, sehingga bisa menghilangkan sakit-sakit dan borok – borok, noktah hitam yang dikatakan sebagai ron dalam quran. Sehingga atine bisa nyegoro, luas tanpa batas. Bisa menampung serta menyaring semua aspirasi, mengimplementasikannya dengan kualitas kepribadian yang agung, yoni, mulya dan berwibawa. Sebab hati kita bugar, tidak sakit lagi.
Selain itu dengan berkumpul dengan orang yang sholih menjadikan kita mempunyai cermin yang bisa membuang segala kotoran yang ada di dalam diri kita. Orang – orang sholih itu menjadi kaca benggala buat kita. Dengannya kita tahu apa yang baik dan apa yang jelek. Jadilah kita insan paripurna. Kalau salah ada yang mengingatkan. Kalau salah ada yang menasehati. Dawuh Kanjeng Nabi SAW, “Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya, seorang mukmin saudara bagi mukmin yang lain, ia harus menjaga perbuatan saudaranya dan melindunginya dari belakang.” (Adabul mufrod – Imam Bukhori, Abu Dawud – no. 4918 derajat hadist hasan).
Jadi carilah teman dan tempat pergaulan yang baik. So,....kenalilah temanmu.
Penulis : Faizunal Abdillah, Jambi
Langganan:
Postingan (Atom)

